Pettoto

Situs Jual Anjing Ras Terlengkap!

Situs Jual Anjing Ras Terlengkap!

Life is better with best friend. Find yours here!


Panduan Sterilisasi Anjing Yang Wajib Dibaca

 128   |     Sabtu, 27 November 2021   |     Admin

Panduan Sterilisasi Pada Anjing

Sumber Gambar: www.shutterstock.com

 

Memelihara anjing memang cukup menguras tenaga. Apalagi bila anjing Anda punya anak. Tentu tugas Anda akan semakin bertambah. Namun, sebelum itu terjadi, apakah Anda sudah tahu mengenai sterilisasi anjing?

Sama seperti manusia, ternyata anjing juga ada program sterilisasinya. Program ini juga memiliki tujuan yang sama dengan manusia, yakni untuk mengendalikan populasi anjing. Agar tak banyak anjing terlantar dan tak terawat di jalanan.

Meski begitu program ini memiliki pro dan kontra di kalangan komunitas pencinta hewan. Ada yang mengatakan bila ini melanggar hak anjing karena merampas kebebasan mereka untuk beranak-pinak. Ada pula yang mengatakan bila manfaat yang didapat anjing kurang lebih sama dengan risiko negatif yang ditimbulkan.

Supaya Anda lebih banyak tahu mengenai manfaat, tata cara, dan dampak dari sterilisasi anjing. Di bawah ini kami sudah merangkumnya hanya untuk Anda yang masih bingung mau sterilkan anjing atau membiarkan mereka memiliki anak.
 

Apa Itu Sterilisasi Anjing?

Sterilisasi adalah proses untuk membuat makhluk Tuhan tidak bisa memiliki keturunan. Sama seperti manusia, proses sterilisasi hewan juga dibedakan oleh gendernya. Bila yang melakukan anjing betina, disebut dengan spaying.

Sebuah proses pengangkatan organ reproduksi milik anjing melalui proses operasi. Sementara anjing jantan disebut neuterin. Sebuah langkah operasi pengangkatan testis milik anjing jantan.

Namun, ada beberapa alternatif yang bisa dipilih para pemilik selain dua operasi pengangkatan di atas.

1. Histerektomi

Sterilisasi histerektomi adalah pengangkatan rahim dan saluran tuba milik anjing. Meski mampu membuat mandul, proses ini masih akan menimbulkan naluri anjing betina untuk berkembang biak. Sebab, indung telurnya masih menghasilkan hormon yang memicu berahi pada anjing betina.

2. Ovariektomi

Proses sterilisasi ini hampir mirip dengan operasi pengangkatan ovarium dan rahim yang bisa menghilangkan siklus panas dan naluri berahinya. Namun, yang diangkat pada sterilisasi ovariektomi hanya ovarium. Rahim anjing betina tetap.

3. Vasektomi

Pada anjing jantan ada proses lain yakni vasektomi. Cara sterilisasi ini hanya mengangkat bagian vas deferans yakni bagian yang mengalirkan sperma pada testis. Memang tak bisa membuat anjing bereproduksi, tapi sama halnya dengan histerektomi sterilisasi ini tak membuang naluri anjing untuk berkembang biak.

4. Menggunakan obat untuk anjing jantan (zeuterin)

Cara lain yang bisa digunakan untuk sterilisasi pada anjing jantan dengan menyuntikkan obat ke dalam testisnya. Obat ini berguna untuk menghentikan anjing memproduksi sperma. Namun, cara ini tak 100% berhasil karena pasti ada beberapa sel penghasil sperma yang tak bisa dipengaruhi oleh obat.

 

Apa Manfaat Anjing Disterilisasi?

Meski terdengar seperti tak menyayangi hewan peliharaan. Kenyataannya sterilisasi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan anjing. Pun dengan Anda.

Apalagi bagi Anda yang tak punya banyak daya untuk merawat banyak anjing. Sterilisasi bisa menjadi solusi, daripada nanti Anda malah meliarkannya, membuat anjing tak terawat, sehingga mengganggu orang sekitar.

Bila Anda masih ragu dan bertanya-tanya tentang baik tidaknya melakukan sterilisasi pada hewan peliharaan. Di bawah ini ada penjelasan mengenai beberapa manfaat prosedur steril bagi anjing.

1. Memberikan harapan untuk anjing hidup lebih lama lagi

Mungkin Anda berpikir bila operasi ini akan membuat hewan peliharaan sakit. Namun, ini malah berlaku sebaliknya. Anjing betina yang mendapat sterilisasi akan memiliki harapan hidup yang lama.

Sebab, anjing betina Anda tidak akan terlalu memiliki risiko untuk terkena penyakit seperti kanker payudara, pyometra atau infeksi rahim. Nah, bila Anda ingin hidup bersama anjing kesayangan lebih lama atau tak ingin melihatnya menderita karena kanker. Sebaiknya Anda pikirkan program untuk sterilisasi.

2. Anjing akan memiliki perilaku yang baik

Perilaku buruk anjing selain karena faktor kebiasaan, bisa juga dipengaruhi oleh faktor hormonalnya. Dengan melakukan sterilisasi Anda bisa mencegah perilaku buruk anjing yang dipengaruhi oleh hormon. Misalnya perilaku menyemprotkan air seni di seluruh rumah untuk menandai wilayahnya. Bila anjing disterilkan, hal ini bisa dihindari.

3. Siklus panas pada anjing betina akan berhenti

Siklus panas adalah kondisi di mana anjing betina berada di masa yang subur untuk hamil. Terjadi sejak anjing betina berusia kurang lebih 6 bulan. Periode ini terjadi dua kali dalam setahun. Biasanya anjing betina akan sangat agresif, sering buang air, dan mengalami pendarahan di bagian vulvanya.

Siklus akan berlangsung selama 2-4 minggu. Meski begitu, anjing betina tidak akan mengalami pendarahan sepanjang waktu tersebut. Ia hanya akan berdarah kurang lebih seminggu.

Melakukan sterilisasi pada anjing betina juga mencegah untuk terjadinya kondisi ini. Benar jika ini adalah fitrah karunia Tuhan, tapi kondisi ini juga membuat anjing merasa tak nyaman dan gelisah. Ia juga akan berusaha untuk mencari anjing jantan.

Bila ia bisa keluar rumah dan bertemu dengan anjing jantan tentu kehamilan sangat mungkin terjadi. Pemilik yang tak siap dengan kehadiran anak anjing bisa stres juga, bukan?

4. Membuat anjing lebih jinak di rumah

Apakah anjing jantan Anda sering kabur? Bila iya, itu bukan berarti ia tak betah dengan rumah Anda dan jalan-jalan. Hanya saja ia kabur untuk mencari pasangan. Ini karena hormon testosteron yang mempengaruhinya menjadi lebih agresif dan suka kabur.

Bila ingin anjing Anda jinak dan tak berkeliaran di luar rumah, langkah baiknya adalah dengan melakukan sterilisasi. Selain menjinakkannya, membuat anjing tetap di rumah juga memiliki banyak manfaat. Misalnya untuk menjaganya dari kecelakaan dan perkelahian dengan anjing liat.

Selain itu, juga agar tak mengganggu lingkungan sekitar. Ada 'kan orang yang tak suka dengan anjing? Sebagai pencinta hewan, Anda juga harus menghormati mereka yang tak suka dengan hewan. Jangan sampai bertengkar karena anjing Anda yang suka kabur. Padahal ada cara mudah untuk mencegahnya.

5. Mencegah anjing jantan terkena penyakit kanker testis

Sama seperti anjing betina, anjing jantan juga rentan untuk terkena kanker testis.  Dengan melakukan sterilisasi dan pengangkatan testis akan membuat anjing Anda terhindar dari penyakit ini. Terlebih anjing Anda akan lebih sehat dan selalu bugar juga lebih jinak dan patuh pada Anda. Sebab, perhatiannya tal akan lagi dua arah antara memenuhi hasrat dan mematuhi tuannya.

6. Lebih hemat biaya perawatannya

Memang Anda perlu mengeluarkan uang untuk operasi sterilisasi. Akan tetapi, itu hanya sekali saja. Tak seberapa daripada Anda merawat anak-anak anjing yang akan menghabiskan uang banyak dalam sebulan. Sebab, pasti Anda tak hanya memberinya makan. Perlu juga memberinya perawatan diri seperti potong kuku dan mandi di salon hewan.

7. Tak akan ada anjing yang terlantar di jalanan

Tak bisa dipungkiri bila masih ada banyak hewan peliharaan yang menjadi liar karena pemiliknya yang tak sanggup lagi merawat. Dengan melakukan sterilisasi, kita bisa mengendalikan populasi mereka.

Bila bicara soal keprihatinan, apakah Anda tak prihatin dengan anjing-anjing yang terlantar? Bila iya, kenapa masih sangat kekeuh untuk membuatnya beranak-pinak di saat tak bisa merawat anjing lebih dari satu? Sehingga akhirnya mereka diliarkan atau berakhir ke tempat penampungan hewan.

Sterilisasi bukan tak sayang dengan anjing, hanya saja kita perlu untuk melakukannya agar tak memperburuk populasi anjing yang sudah terlalu banyak di jalanan.

 

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Melakukan Sterilisasi?

Pasti ada banyak pertanyaan kapan seharusnya sterilisasi ini dilakukan pada anjing. Apakah saat umurnya sudah dewasa?

Sterilisasi pada anjing dibedakan oleh ras mereka. Menurut AHHA, untuk ras kecil sterilisasi dilakukan ketika umur 5-6 bulan sebelum siklus panas muncul pertama kali. Dengan catatan berat badan ras kecil kurang dari 45 pon atau setara dengan 20,5 kg.

Sementara ras besar, prosedur ini dilakukan saat umurnya sudah sekitar 5-15 bulan, setelah pertumbuhannya berhenti. Dengan berat badan lebih dari sama dengan 45 pon atau 20,5 kg.

Namun, penelitian baru-baru ini menyebutkan lebih baik menunda sterilisasi anjing hingga mereka dewasa. Paling tidak umurnya lebih dari setahun. Terutama untuk ras anjing besar. Bila Anda ingin lebih aman lagi, sebaiknya mengonsultasikan masalah ini dengan dokter hewan.

 

Tata Cara Untuk Sterilisasi Anjing

Setelah membaca banyak hal tentang manfaat dari sterilisasi anjing. Anda pasti ingin tahu bagaimana dokter melakukan operasi ini. Nah, daripada Anda penasaran di bawah ini ada tata cara dari sterilisasi anjing jantan dan betina.

Proses sterilisasi anjing betina

1. Sebelum melakukan sterilisasi, dokter hewan akan melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan bila anjing aman untuk pembiusan. Bila anjing tak memiliki masalah penyakit serius, selanjutnya akan dilakukan pembiusan.

2. Kemudian dokter hewan akan menyayat bagian perut di bawah pusar. Besar kecilnya sayatan tergantung pada ukuran anjing dan umur anjing.

3. Dengan alat yang disebut spay hook, dokter bedah mencari rahim anjing lalu mengeluarkannya dari perut.

4. Bila dokter sudah menemukan ovarium anjing, ia akan menjepitnya dengan alat bedah. Lalu mengikat ovarium dengan jahitan, lantas mengangkatnya menggunakan pisau bedah atau laser. Di tahap ini juga, bila sterilisasi menggunakan metode ovahisterektomi, rahim juga akan ikut diangkat.

5. Dokter lalu memeriksa apakah ada pendarahan. Bila semuanya baik, dengan hati-hati dokter bedah akan memasukkan kembali uterin dan ovarian ke dalam tubuh anjing.

6. Setelah itu dokter akan menjahit perut dengan tiga jahitan. Jahitan ini biasanya ada di bawah kulit dan akan larut dalam jangka waktu tertentu.

7. Terakhir, dokter akan memberikan anjing suntikan penghilang rasa sakit.

Setelah prosedur operasi selesai dan anjing sudah bangun dari obat biusnya. Sang pemilik sudah boleh membawanya pulang ke rumah.

Proses Sterilisasi Anjing Jantan

1. Setelah melakukan pembiusan, dokter bedah akan melakukan pencukuran rambut di bagian kemaluan anjing.

2. Kemudian dokter akan menyayat  kulit di bagian skrotum.

3. Setelah itu, dokter bedah akan menjepit seluruh struktur testis dan mengeluarkannya melalui skrotum. Mengangkat sekaligus organ tersebut bertujuan untuk mencegah pendarahan. Selain dengan teknik pengangkatan, dokter akan mengikat pembuluh darah dengan jahitan untuk mencegah pendarahan.

4. Bila testis pertama sudah diangkat dan pembuluh darahnya diikat. Maka dokter bedah akan mengangkat testis kedua melalui sayatan tunggal di skrotum tadi.

5. Setelah selesai, dokter akan memeriksa apakah ada pendarahan dari ikatan pembuluh darah sebelum menutup sayatan di kulitnya.

6. Selanjutnya dokter akan memeriksa sayatan apakah sudah menutup sempurna. Sebab, sayatan kecil yang hanya 1 inci itu biasanya menimbulkan pendarahan dan bengkak. Dokter hewan pun memberikan lem tisu agar mencegah rembesan pendarahan.

7. Setelah selesai pengecekan area operasi, anjing akan dipulihkan dari pembiusan.

Itulah langkah-langkah atau tata cara sterilisasi anjing. Masalah soal anjing yang akan merasa kesakitan saat operasi itu tidak benar. Sebab, pada proses operasi, anjing akan diberi obat bius dan dijaga agar tetap terbius dengan gas anestesi.

Selain itu, dokter bedah juga akan menempatkan kateter intravena untuk memberikan cairan IV. Mereka juga menggunakan alat yang bisa merekam tanda-tanda vital milik anjing seperti pernapasan, detak jantung dan tekanan darah. Pastinya proses sterilisasi dilakukan dengan hati-hati dan aman untuk anjing.

 

Tips Merawat Anjing Setelah Operasi Sterilisasi

Sama seperti manusia yang baru saja selesai operasi. Anjing juga memerlukan perhatian dan perawatan ekstra setelah operasi sterilisasi. Ada beberapa cara yang bisa pemilik lakukan untuk mendukung kepulihan

1. Memperhatikan waktu anjing Anda makan

Setelah operasi sterilisasi Anda perlu memperhatikan ketika anjing makan. Bila ia tak nafsu makan itu adalah hal yang wajar. Beri ia makan setengah porsi dari biasanya sehari setelah operasi. Baru besoknya Anda memberinya sesuai porsi hariannya.

Anda juga tak perlu khawatir ketika memberinya makan untuk pertama kali setelah sampai rumah anjing tiba-tiba muntah. Itu masih kejadian yang wajar. Namun, bila ia muntah sampai besok, Anda perlu mengonsultasikannya dengan dokter hewan.

2. Menjauhkan anjing dari hewan lain

Bila Anda memiliki hewan peliharaan lain atau anjing lain di rumah, maka Anda perlu menjauhkan ia dari mereka. Ini demi membuat mereka tidak berkelahi, karena anjing yang baru saja melakukan operasi memiliki bau yang berbeda.

Selain itu, walau sudah disterilkan anjing jantan masih bisa membuat betina yang tidak disterilkan hamil sampai 30 hari ke depan. Sementara bila Anda memiliki betina yang baru saja di sterilkan, jauhkan ia dari jantan yang tak disterilkan sampai 7 hari. Demi menghindari perkelahian akibat anjing jantan tak bisa mengenali baunya.

3. Menjaga anjing agar tak banyak bergerak

Mungkin bila masih sehari, anjing yang baru saja selesai operasi sterilisasi masih merasa lemas. Namun, ada pula yang tetap aktif. Sehingga Anda harus memperhatikan gerak-geriknya paling tidak selama 7 sampai dengan 10 hari.

Untuk mempermudah mengawasinya, Anda bisa menempatkan anjing ke sebuah kotak atau kandang kecil yang bisa membatasi pergerakannya.

4. Mengawasi anjing untuk tidak menjilati bekas operasinya

Rasa gatal dan tak nyaman pasti juga anjing rasakan di bagian sayatan operasi. Sehingga membuat anjing akan menjilatinya. Anda harus mencegah mereka melakukan hal tersebut dengan cara memberikan camilan.

Anda juga bisa memakaikan kalung Elizabethan. Sebuah kalung medis berbentuk kerucut yang akan mencegah anjing menjilati area sayatan operasi. Sebab, membuat area gerak lehernya terbatas.

5. Tidak segera memandikan anjing setelah operasi

Mungkin Anda melihat anjing kusut setelah operasi. Kemudian berpikir bila dengan memandikannya akan membuat anjing segar dan lekas sehat. Akan tetapi, Anda sebaiknya menunggu 10 hari setelah operasi untuk memandikannya.

Ini karena area sayatan operasi harus tetap kering. Sebab, sekarang ini para dokter bedah sering menggunakan lem bedah yang akan mengelupas dengan sendirinya setelah 10 hari.

Lem ini mudah sekali larut bila terkena air. Sehingga mengeringkan area operasi adalah langkah untuk mencegah hal buruk terjadi pada sayatan operasinya.

6. Memeriksa luka operasi setiap hari

Tentunya Anda harus memeriksa bagian sayatan sterilisasinya setiap hari. Bahkan menurut ASPCA, Anda harus memeriksa area itu dua kali sehari.

Pastikan bila tak ada cairan, bau dan kotoran, serta pembengkakan yang tak wajar pada area luka sayatan anjing betina. Sedangkan pada area skrotum jantan, setidaknya akan mengeluarkan cairan hingga tiga hari.

7. Memperhatikan tingkatan nyeri yang dirasakan oleh anjing

Rasa nyeri pasti akan dirasakan oleh anjing. Bila anjing merasakan nyeri yang membuat ia tersiksa, Anda bisa memberikan obat pereda nyeri yang sebelumnya diberikan oleh dokter. Namun, bila tak membabi segera hubungi dokter hewan agar anjing mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Risiko Yang Mungkin Terjadi Setelah Operasi Sterilisasi

Selama ini tak banyak yang membahas efek samping dari sterilisasi anjing. Namun, prosedur sterilisasi yang dilakukan pada anjing betina dan jantan juga memiliki efek samping.

Berikut beberapa efek samping yang bisa anjing dapatkan dari prosedur sterilisasi.

1. Bisa meningkatkan risiko terkena kanker tulang pada anjing

Selain masalah kanker rahim dan testis bisa diatasi dengan sterilisasi. Akan tetapi, ada masalah lain yang mengintai anjing yang sudah disterilkan. Ya, itu adalah kanker tulang atau osteosarcoma.

Risiko ini lebih sering terjadi pada anjing ras besar yang disterilkan saat usianya belum genap satu tahun. Persentase risiko pada anjing betina  sebesar 25,1%, sedangkan anjing jantan 28,4%. Risikonya bisa semakin tinggi bila anjing merupakan ras yang memiliki tubuh ekstra besar.

2. Membuat anjing jadi gemuk

Ada sebuah klaim, bila anjing tak akan berubah gemuk. Kegemukan yang terjadi karena pola makan anjing yang banyak tak diikuti dengan aktivitas fisik yang mumpuni. Itu memang benar, tapi sterilisasi juga menjadi salah satu pemicunya.

Sebab, anjing yang sudah disterilkan memiliki daya metabolisme tubuh yang rendah, bila dibandingkan dengan anjing yang tak dikebiri. Sehingga meski makanan yang dimakan anjing sama dengan sebelumnya, bisa membuat anjing jadi gemuk. Meskipun begitu efek samping ini bisa diatasi dengan mengatur pola makan anjing dan memperbanyak aktivitasnya.

3. Membuat anjing memiliki reaksi yang serius terhadap vaksin

Anjing yang diberikan sterilisasi bisa memiliki beberapa masalah saat mendapat vaksin.
Misalnya alergi, gatal-gatal, bahkan bisa sampai serangan jantung dan mati mendadak.

Reaksi ini lebih banyak terjadi pada anjing betina yang mendapat sterilisasi dengan persentase 30%. Sementara untuk anjing jantan yang mendapat sterilisasi memiliki persentase 27%.

Dengan fenomena tersebut, peneliti memiliki pandangan bila  hormon seksual mempunyai pengaruh terhadap respons imun tubuh. Jenis anjing yang paling terpengaruh pada efek samping ini adalah ras bertubuh kecil.

4. Meningkatkan risiko dari kanker prostat pada anjing jantan

Ada sebuah klaim bila melakukan prosedur sterilisasi bagi anjing jantan akan membuatnya memiliki risiko rendah untuk terkena kanker prostat. Namun, studi yang dilakukan baru-baru ini menemukan bahwa anjing jantan yang disterilkan malah memiliki risiko 4 kali untuk terkena kanker ini.

Meski begitu klaim itu bukan asal ceplos seperti mitos terjadinya sebuah candi dalam semalam. Klaim itu memiliki dasar yang berasal dari kanker prostat manusia yang mana memiliki keterkaitan dengan hormon testosteron. Sayangnya cara kerja tubuh anjing dan manusia itu cukup berbeda.

5. Gangguan urogenital terhadap anjing betina

Efek samping lainnya adalah membuat anjing betina memiliki masalah dengan urogenital. Hal ini menyebabkan anjing mengalami inkontinensia urine. Sebuah kondisi di mana anjing bermasalah dengan mekanisme kandung kemih. Sehingga menyebabkan tidak bisa mengontrol  keluarnya urine.

Itu tadi lima efek samping dari anjing yang disterilisasi. Sebagai pemilik, keputusan untuk melakukan sterilisasi atau tidak ada di tangan Anda. Jadi, apa yang akan Anda pilih?










 Artikel Anjing Terbaru

Panduan Lengkap Vaksin Anjing Dan Biayanya

Panduan Lengkap Vaksin Anjing Dan Biayanya

 Admin   |     21   |     Sabtu, 15 Januari 2022

Informasi lengkap vaksin anjing, mengapa perlu, kapan dan seberapa sering harus divaksin dan berapa biaya atau harga vaksin.


Cara Merawat Dan Harga Anjing Dachshund

Cara Merawat Dan Harga Anjing Dachshund

 Admin   |     49   |     Minggu, 9 Januari 2022

Yuk kenali dulu dengan baik anjing Dachshund sebelum Anda membelinya agar dapat merawatnya dengan baik serta tahu kisaran harganya agar tidak tertipu


Anjing Herder Working Lines Dan Show Lines

Anjing Herder Working Lines Dan Show Lines

 Admin   |     94   |     Minggu, 26 Desember 2021

Anjing herder pastinya tidak asing bagi kita. Namun tahukah Anda perbedaan herder working lines dan show lines serta harganya?


Yuk Pahami Cara Grooming Anjing Dengan Benar!

Yuk Pahami Cara Grooming Anjing Dengan Benar!

 Admin   |     111   |     Jumat, 3 Desember 2021

Sebelum grooming anjing Anda, simak dulu hal-hal yang harus Anda pahami termasuk kisaran harga agar tidak salah jalan.


Cara Breeding Anjing Ras Dengan Benar

Cara Breeding Anjing Ras Dengan Benar

 Admin   |     1245   |     Rabu, 30 Desember 2020

Artikel ini mejelaskan cara breeding/mengawinkan/pemacakan anjing ras yang baik dan benar agar menghasilkan anakan anjing yang berkualitas





Anjing Dijual Terbaru