Cara Breeding Anjing Ras Dengan Benar

Diunggah : 30 Dec 2020

Cara Breeding Anjing Ras Dengan Benar

sumber gambar: IG @gffkennel

Pernah melihat anak anjing yang masih berukuran mungil, berbulu halus, serta punya tampilan menggemaskan?


Susah sekali ya, menolak keinginan untuk mengawinkan anjing peliharaan kalau membayangkan anak anjing yang selucu itu. 


Dalam memelihara anjing, bukan hanya makanan dan perhatian saja yang perlu diberikan, lho. 


Pemilik mungkin juga perlu mempertimbangkan untuk melanjutkan keturunan dari anjing tersebut dengan cara mengawinkannya. 


Eits, mengawinkan anjing ini bukan main-main dan harus dilakukan dengan benar, lho. 


Mulai dari pemilihan pasangan, pemacakan, proses kehamilan, kelahiran, sampai perawatan anak anjing, semua tak bisa diluputkan. 


Seperti apa sih, proses dan tahapan breeding beserta hal penting yang harus diperhatikan?


Aturan Breeding Menurut Perkin

Breeding merupakan proses mengawinkan anjing secara terencana oleh pemilik. 


Siapa sih, pemilik yang tak ingin anjingnya mempunyai keturunan yang sehat, lucu, dan menggemaskan?


Akan tetapi, karena menyangkut tentang kehidupan anjing tersebut, maka kegiatan ini tak bisa dilakukan asal-asalan. 


Mengingat, konsekuensi dari breeding yang sembarangan bisa cukup berat dan harus ditanggung oleh anak anjing yang dilahirkan pula. 


Maka dari itu, Perkin memiliki aturan breeding yang harus dipenuhi sebagai berikut :

  • Anak anjing lahir di Indonesia
  • Anak anjing tersebut berasal dari perkawinan dua anjing trah dengan pedigree yang diakui FCI kecuali anjing kintamani. 
  • Dilahirkan oleh perorangan yang mempunyai status pembiak.


Sebagai lanjutan dari peraturan tersebut, Perkin juga memberi beberapa pasal yang harus diperhatikan  sebelum mengawinkan anjing. 


Sebelum mengawinkan anjing, pastikan anjing jantan dan betina keduanya sejenis dan telah diakui oleh FCI.  


Apabila ingin mendapatkan anak anjing yang memiliki surat stambum, pastikan juga kedua anjing yang akan dikawinkan sudah berstambum, yah.


Pada Pasal 4 No. 1 peraturan Perkin terkait breeding, dinyatakan bahwa dalam mengawinkan anjing, anjing betina tidak boleh dipacakkan lebih dari satu kali dalam satu masa birahi. 


Pemacakan ini juga tidak boleh terjadi antara anjing yang memiliki hubungan darah dekat, seperti bapak dan anak, induk dan anak, maupun saudara kandung.


Untuk bentuk proses pemacakan yang diperbolehkan yaitu secara natural atau alami dan secara IB (Inseminasi Buatan). 


Selain itu, kelahiran dari anak anjing hasil pemacakan harus terjadi di Indonesia untuk mendapatkan penerbitan silsilah dari Perkin. 


Apabila Anda mengunjungi website resmi Perkin atau menghubungi Perkin terdekat, Anda dapat mengetahui lebih lengkap tentang peraturan mereka. 


Ketentuan tentang perkawinan dengan anjing import dan sebagainya juga bisa ditemukan dalam peraturan mereka, kok. 


Langkah pertama sebelum benar-benar mengawinkan anjing tentu adalah mencari tahu dahulu peraturan yang terkait. 


Hal ini juga akan menjamin bahwa anjing yang dilahirkan nanti dapat berstambum dan diakui secara resmi oleh Perkin.


Syarat Mengawinkan Anjing (Menjadi Breeder) 

Sudah pasti dan jelas, bahwa calon breeder wajib memahami dan mengetahui proses breeding. 


Mulai dari kapan mengawinkan dapat dilakukan, bagaimana prosesnya, cara perawatan induknya, sampai hal yang harus diperhatikan selama kehamilan dan kelahiran. 


Seorang calon breeder juga harus paham tentang karakteristik serta standar dari jenis anjing yang akan dikawinkan. 


Hal ini akan membantu mereka untuk mencari pasangan anjing betina dan anjing jantan yang saling melengkapi secara karakteristik fisik. 


Tak kalah penting, seorang breeder harus tahu pasti mengapa ia mengawinkan anjingnya. 


Tentu, alasan untuk memperbanyak saja dipandang tidak kuat dan tidak cukup untuk mendorong seseorang mengawinkan anjingnya. 


Apalagi, mengingat proses panjang dan penuh titik krusial yang harus dilalui dalam breeding. 


Menurut AKC, tujuan paling ideal dalam mengawinkan anjing adalah untuk mengembangkan dan menghasilkan anjing yang lebih baik. 


Dengan begitu, seorang pembiak atau breeder dapat berhati-hati dan bertanggung jawab dalam tiap proses yang ada. 


Seorang pembiak juga harus sepenuhnya menyadari dan bersedia untuk memegang komitmen dalam proses breeding. 


Mengingat, proses breeding tak berhenti saat pemacakan selesai, ataupun saat anjing betina dinyatakan hamil. 


Proses ini terus berlanjut sampai anak anjing cukup dewasa untuk hidup secara normal. 


Untuk memastikan bahwa semua pembiak memenuhi kriteria di atas, maka Perkin juga telah membuat persyaratan untuk menjadi seorang breeder.


Berikut beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi breeder :

  • Berusia di atas 17 tahun
  • Mendapat sertifikasi sebagai pembiak dari Perkin, dengan syarat : 
    • Pernah membiakkan sebanyak 5 kali dalam waktu 4 tahun terakhir
    • Mengikuti seminar pembiakan Perkin
  • Bertempat tinggal di Indonesia
  • Mempunyai nama kandang


Syarat di atas merupakan syarat yang ditetapkan oleh Perkin dan tidak menutup kemungkinan juga diperbarui atau direvisi ke depannya. 


Persiapan sebelum Breeding Anjing

Mengawinkan anjing betina dengan anjing jantan tak hanya bicara soal mempertemukan mereka saja. 


Kegiatan breeding atau mengawinkan ini ditujukan untuk menghasilkan anak anjing yang berkualitas dan sehat. 


Nantinya, juga ada banyak konsekuensi dan tanggung jawab yang harus diemban oleh seorang breeder bersama dengan induk anjing. 


Maka dari itu, sebelum melakukan pemacakan, ada beberapa persiapan dan pengecekan yang harus dilakukan. 


Pengecekan pertama yang tak bisa dilewatkan adalah pengecekan temperamen anjing yang akan dikawinkan. 


Mengapa temperamen pada anjing harus dicek sebelum mengawinkan?


Penyebabnya adalah adanya kemampuan mewariskan alias menurunkan sifat dan temperamen dari induk ke anak yang dilahirkan. 


Tentu saja, temperamen dari anjing jantan dan anjing betina tidak sepenuhnya diturunkan ke anaknya. 


Akan tetapi, temperamen anak anjing sangat dipengaruhi oleh warisan induknya, lho. 


Setelah kedua anjing yang akan dikawinkan sudah melewati pengecekan temperamen oleh pemilik atau breeder, selanjutnya ada tes kesehatan yang tak kalah penting. 


Tes kesehatan ini ditujukan untuk menghindarkan anak-anak anjing yang mengalami gangguan kesehatan atau masalah genetika. 


Pengecekan kelengkapan vaksinasi juga dapat dilakukan untuk menghindarkan adanya resiko tertular penyakit berbahaya. 


Langkah yang tak kalah penting dalam mengawinkan anjing adalah untuk mengecek riwayat kesehatan mencapai 4 generasi sebelumnya. 


Jangan khawatir, hal ini dapat dilakukan dengan mudah apabila anjing yang dikawinkan sudah terdaftar dan memiliki stambum yang disahkan oleh Perkin, kok. 


Untuk anjing betina, juga perlu dipastikan dalam kondisi sehat, fit, tidak terlalu gemuk, juga melewati latihan otot yang semestinya. 


Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pemacakan dan perkawinan tidak membahayakan kesehatan dan keselamatan anjing betina. 


Fakta menarik lainnya adalah bahwa anjing betina yang sehat fisik, sehat emosional, juga bahagia memiliki peluang lebih besar untuk menjadi indukan yang baik.


Setelah kedua anjing yang akan dipacakkan dicek baik-baik dan dinyatakan layak, pemilik dapat menjaga pemberian nutrisi harian anjing mereka. 


Tentu saja, pemilik tak ingin anjing yang akan dikawinkan ini jatuh sakit atau mengalami penurunan daya tahan tubuh selagi menunggu jadwal pemacakan, bukan?

 

Kapan Breeding Sebaiknya Dilakukan? 

Layaknya manusia, anjing juga punya masa dan usia ideal untuk dikawinkan, lho.


Usia ideal ini sebenarnya bergantung pada masa kedewasaan seksual yang berbeda untuk tiap jenis anjing. 


Secara rata-rata, anjing jantan dianggap cukup dewasa untuk dikawinkan apabila setidaknya sudah mencapai usia 6 - 12 bulan. 


Sementara itu, untuk anjing betina biasanya baru mencapai kematangan seksual pada usia 6 - 18 bulan. 


Perlu diperhatikan juga, bahwa anjing betina tidak disarankan dikawinkan sebelum mencapai usia 18 bulan. 


Perkawinan terlalu dini dapat membahayakan kesehatan induk dan beresiko melahirkan anak anjing yang kurang kuat. 


Akan tetapi, perkawinan yang melewati masa yang disarankan juga bisa membahayakan sang induk. 


Bukan hanya usianya saja yang penting, masa subur pada anjing betina juga menjadi poin penting dalam proses pemacakan. 


Anjing betina memiliki siklus menstruasi yang perlu diperhatikan untuk mengetahui kapan masa yang tepat untuk pemacakan. 


Biasanya, anjing betina akan menunjukkan tanda-tanda melalui perilaku mereka. 


Salah satu tandanya adalah pendarahan di area vagina serta pembengkakan vagina. 


Pendarahan tersebut merupakan wujud menstruasi yang dialami oleh anjing betina, dan dipandang sepenuhnya wajar. 


Pada masa tersebut, biasanya anjing betina dapat bertingkah lebih agresif dari biasanya. 


Secara alamiah, anjing betina yang sedang melewati siklus ini juga terlihat lebih menarik di mata anjing jantan, lho. 


Pada saatnya, anjing betina juga terkadang mengibaskan ekornya ke kanan atau kiri ketika ada anjing jantan yang mendekat. 


Akan tetapi, pemacakan tak disarankan terjadi langsung ketika siklus dimulai. 


Idealnya, pemacakan dilakukan pada hari ke-9 sampai hari ke-14 dari siklus tersebut. 


Tak tahu pasti atau kurang yakin tentang siklus anjing betina Anda? Tentang kapan siklusnya dimulai, ataupun kapan masa terbaik untuk pemacakan? 


Sebenarnya, Anda juga dapat membawa anjing betina ke dokter hewan untuk diperiksa dan dicari tahu masa suburnya. 


Bagaimana Proses Pemacakan yang Benar? 

Sebenarnya, anjing jantan dan betina yang pada masa subur dapat secara natural melakukan perkawinan. 


Pemacakan ini terkadang dilakukan 2 kali dengan pemberian jarak satu hari. 


Hal yang perlu diperhatikan pada masa pemacakan ini adalah menghindari anjing betina menggigit anjing jantan.


Bagi pemilik anjing yang belum terbiasa melakukan pemacakan, disarankan untuk menggunakan jasa pawang yang tentu lebih paham tentang cara yang benar.


Bagaimana Cara Mengetahui Kehamilan pada Anjing?  

Setelah segala proses mengawinkan selesai, mungkin pemilik paling tak sabar menunggu kabar bahagia bahwa sang induk positif hamil. 


Kepastian ini biasanya baru bisa ditemukan setelah masa kehamilan melewati usia 3 minggu. 


Nah, bagaimana cara mendeteksi dan memastikan kehamilan pada anjing yang telah dikawinkan?


Tentu saja, cara paling afdol untuk mengetahui hal ini adalah dengan membawa anjing betina ke dokter hewan. 


Akan tetapi, ada baiknya bila pemilik mampu mengenali tanda-tanda kehamilan tersebut lebih awal. 


Beberapa tanda yang bisa diperhatikan seperti perubahan fisik dari anjing betina yang melewati masa pacak. 


Biasanya, anjing betina akan mengalami peningkatan nafsu makan, kenaikan berat tubuh, juga peningkatan ukuran puting. 


Namun, tak jarang juga, di tahap awal kehamilan, induk betina tidak nafsu makan, sering muntah serta tidak bersemangat. 


Tanda-tanda tersebut terkadang juga muncul pada induk betina yang mengalami kehamilan palsu.


Maka dari itu, apabila pemilik menemui tanda-tanda tersebut setelah pemacakan, coba segera bawa anjing tersebut ke dokter hewan untuk diperiksa.


Selain dipastikan kehamilannya, dokter hewan juga dapat memberikan saran perawatan bagi pemilik induk. 


Bagaimana Merawat Anjing Betina yang Hamil?

Setelah kehamilan tersebut memang dinyatakan positif, pemilik perlu bersiap-siap menjagai sang induk, nih. 


Menurut Wikipedia, masa kehamilan pada anjing sendiri biasanya berkisar antara 58 - 68 hari.


Dalam proses kehamilan, induk anjing perlu diberi perhatian yang cukup dan dihindarkan dari timbulnya stress. 


Walau kelihatan sederhana, stress ini ternyata dapat mengganggu proses kehamilan, lho. 


Ternyata, induk yang bahagia dapat melewati proses kehamilan dengan lebih stabil dan melahirkan anak yang sehat dan menggemaskan. 


Selain bahagia, sehat merupakan syarat mutlak bagi anjing betina yang sedang hamil. 


Pada masa kehamilan ini, pastikan induk selalu mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.


Tentu saja, dosis yang diberikan juga harus cukup, tidak terlalu banyak ataupun terlalu sedikit. 


Apabila biasanya makanan yang diberikan sudah bergizi cukup, maka makanan yang diberikan tak perlu diganti. 


Namun, bila dirasa masih kurang, dapat ditambahkan makanan bergizi seperti daging berkualitas, hati, telur, maupun susu evaporasi. 


Makanan apa saja yang sangat disarankan untuk diberikan pada masa kehamilan? 


Tak perlu khawatir bingung memberi nutrisi apa pada induk anjing, Anda bisa mengkonsultasikannya pada dokter hewan. 


Biasanya, pemilik juga akan disarankan untuk memberikan multivitamin pada minggu-minggu pertama setelah kehamilan dipastikan. 


Selain multivitamin, tambahan zat penting seperti kalsium juga terkadang disarankan. 


Tahapan Proses Melahirkan Anak Anjing

Tahap ini adalah saat yang paling mendebarkan, baik bagi induk sendiri, maupun bagi pemilik sang induk. 


Mendekati masa-masa yang diperkirakan anjing akan melahirkan, pemilik harus lebih peka dalam melihat tingkah laku anjing betina, nih. 


Biasanya, anjing betina akan mengurangi makan dan sibuk mencari tempat aman dimana ia akan melahirkan dan menaruh anak-anaknya. 


Hal tersebut terjadi secara naluriah, dimana induk anjing pun tidak ingin menaruh anaknya di sembarang tempat. 


Pemilik dapat membantu dengan menyediakan kotak khusus yang dilapisi dengan koran atau handuk untuk ditempati oleh anak anjing yang akan lahir. 


Akan jauh lebih baik, bila tempat tersebut tenang, jauh dari gangguan, bersih, dan mudah dijangkau oleh pemilik sekaligus induk anjing. 


Selain itu, suhu tubuh induk akan perlahan turun hingga mencapai sekitar 37 derajat Celcius. 


Kira-kira sehari setelah suhu mulai menurun, biasanya induk anjing memasuki tahap pembukaan pertama. 


Tahap ini akan terasa menyakitkan dan tidak nyaman bagi induk anjing, hal tersebut akan nampak dari perilakunya juga. 


Sebenarnya, induk anjing dapat melakukan proses kelahiran secara mandiri. 


Akan tetapi, bila Anda mendapati masalah atau keterlambatan proses melahirkan setelah tanda-tanda sudah muncul, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter hewan terdekat. 


Cara Breeding Anjing Ras Dengan Benar

sumber gambar: IG @gffkennel

Proses Setelah Anak Anjing Dilahirkan

Apabila anak anjing sudah terlahir dengan selamat, perlu dipastikan bahwa mereka sudah terlepas dari membran plasenta yang melingkupi. 


Siapa yang bertugas melepaskan anak anjing dari lapisan membran tersebut?


Normalnya sih, induk akan secara otomatis melepaskan satu per satu membran tersebut dan menjilati anaknya untuk mendorong pernapasan yang wajar. 


Akan tetapi, ada baiknya pemilik juga mengecek dan memastikan semua anak anjing telah dilepaskan dari membran tersebut dan dapat bernafas dengan baik. 


Setelah melahirkan, biasanya, induk juga akan sibuk menghangatkan dan menyusui anak-anaknya.


Tahap ini juga sangat penting, mengingat kolostrum, air susu yang pertama kali keluar, mengandung antibodi yang sangat baik bagi anak anjing.


Bagaimana Merawat Anak Anjing yang Baru Lahir?

Masa-masa kehamilan sudah berlalu, begitu juga dengan masa melahirkan yang mungkin bahkan mendebarkan bagi pemilik sang induk.


Kini, saatnya untuk beralih ke tugas yang baru, yaitu memberikan perawatan bagi anak anjing sekaligus induk yang sedang dalam masa pemulihan. 


Anak anjing yang baru dilahirkan membutuhkan lokasi yang nyaman dan hangat. 


Tempat yang terlalu dingin akan menimbulkan stress bahkan memicu aneka infeksi penyakit bagi anak anjing. 


Tempat yang terlalu panas juga akan membahayakan nyawa anak anjing tersebut.


Namun, mereka belum memiliki kemampuan untuk mengontrol suhu tubuhnya sendiri.


Sehingga, disini pemilik bertugas menyediakan tempat ternyaman dengan suhu sesuai. 


AKC menyarankan, suhu lingkungan dapat dijaga sekitar 29 - 32 derajat Celcius pada saat anak anjing berusia 0 - 5 hari.


Pada usia yang masih dibawah 3 minggu, selain mengenai suhu, pemilik juga harus memperhatikan soal nutrisi yang diperolehnya. 


Apabila anjing induk sehat dan dapat memberikan asupan air susu yang cukup, maka pemilik tak perlu memberi makanan tambahan. 


Akan tetapi, bila induk tak mampu atau tak mau memberikan nutrisi yang cukup, maka pemilik disarankan untuk memberi nutrisi dengan cara menyuapi anak anjing tersebut. 


Tentu saja, susu yang dapat diberikan adalah susu khusus anjing dan bukanlah susu sapi. 


Saat memberi susu pada anjing, lebih baik bila susu sudah dalam kondisi hangat dan diberikan menggunakan botol dot. 


Baru pada saat anjing menginjak usia 3 minggu, Anda dapat memberi makanan tambahan seperti bubur susu bayi ataupun campuran makanan anjing. 


Pastikan juga, bahwa makanan yang diberikan aman dan sudah dilunakkan agar tak sulit dicerna. 


Karena anak anjing berada pada masa perkembangan dan pertumbuhan, pemberian makan bisa mencapai 4 kali dalam sehari. 


Akan tetapi, tentu saja dosis yang diberikan harus diperhatikan dan jangan sampai membuat anak anjing menjadi buncit dan tidak sehat. 


Untuk dapat mengetahui dosis yang tepat, Anda disarankan untuk mengunjungi dokter hewan terdekat. 


Pada masa awal ini, jangan kaget bila induk akan sering menjilati anak-anaknya. 


Hal tersebut sebenarnya dilakukan untuk membantu dan menstimulasi anak anjing agar bisa mengeluarkan kotoran dengan normal.


Pencernaan yang sehat dan lancar juga menjadi penanda bahwa anak anjing tersebut sehat. 


Dalam tahap kehidupan awal dari seekor anjing, yang tak kalah penting juga adalah pemberian vaksinasi. 


Vaksinasi ini biasanya diberikan saat anjing sudah menginjak usia kurang lebih 5 minggu. 

Sementara itu penatoan nomor stambum bisa dilakukan ketika anak anjing sudah berusia 6 minggu, yah. 


Walau kelihatannya rumit dan ada banyak peraturan, merawat anak anjing sebenarnya merupakan hal yang menyenangkan dan berkesan.


Apalagi, ketika anak anjing sudah mulai terlihat makin menggemaskan dan punya banyak tingkah.  


Lapor Pacak, Lapor Lahir dan Membuat Stambum

Kelahiran berarti muncul kebutuhan untuk melakukan pencatatan atau administrasi. 


Hal tersebut juga berlaku bagi anak anjing, lho. 


Hari-hari setelah mengawinkan dan lahirnya anak anjing mungkin menjadi hari tersibuk Anda. 


Sibuk merawat, memberikan perlakuan yang tepat untuk induk maupun anak anjing yang baru saja lahir. 


Mungkin juga, Anda akan jadi lebih sibuk memperhatikan anak anjing yang lucu dan menggemaskan. 


Akan tetapi, jangan sampai lupa untuk melakukan administrasi atau pendaftaran di Perkin, yah. 


Segera setelah pemacakan berlangsung, laporkan hal tersebut melalui lapor pacak di Perkin. 


Jangan sampai Anda terlewat batas 7 hari yang ditetapkan oleh mereka, nih, agar tak perlu dikenai denda. 


Begitu juga setelah anak anjing lahir, segera urus lapor lahir ke Perkin. 


Tentu Anda tidak ingin kan, apabila anak anjing yang lucu dan menggemaskan itu tak bisa didaftarkan stambum karena melewati batas waktu lapor.


Baca juga: Panduan Membuat Stambum Anjing Ras