Anjing Kintamani: Ciri Fisik, Jenis, Harga Dan Cara Merawatnya

Diunggah : 18 Oct 2020

Anjing Kintamani: Ciri Fisik, Jenis, Harga Dan Cara Merawatnya

Sumber gambar: balifactualnews


Adakah anjing yang merupakan hasil perkawinan alamiah di Indonesia?


Sekilas, mungkin tidak terpikir, namun sebenarnya ada jenis anjing yang cukup populer yang berasal dari Indonesia.



Jenis tersebut dinamai dengan Anjing Kintamani yang sampai kini masih terus dibiakkan secara alamiah di Pulau Dewata.



Walau belum sampai mendapat pengakuan Internasional oleh Kennel Club, anjing ini cukup disukai dan punya karakteristik unggulan. 



Mengingat asalnya dari perkawinan alamiah di sebuah desa di Pulau Bali, anjing Kintamani ini banyak ditemui di sekitar daerah Kintamani. 



Bahkan, bisa dilihat juga bahwa namanya diambil dari daerah asalnya yaitu Kintamani, Kabupaten Bangli. 



Anjing asal Indonesia asli ini memang bisa ditemui di jalan-jalan di sekitar Bali dan terkadang dianggap seperti anjing jalanan bagi yang belum mengenalinya. 



Walaupun begitu, ternyata anjing Kintamani ini sudah banyak dipelihara dan cukup sering dilombakan atau dipamerkan juga. 



Secara fisik pun, anjing Kintamani hampir selalu terlihat menggemaskan dan terawat dengan baik. 



Anjing Kintamani ini juga dikenal dengan perannya sebagai anjing peliharaan yang baik dan setia. 



Tak kalah populer juga, keahliannya sebagai anjing penjaga yang cukup ahli dan selalu mengingatkan pemilik saat keadaan mencurigakan atau tidak biasa. 



Seperti apa sih, asal usul dari anjing Kintamani ini? Bagaimana juga karakter dan tempramennya yang dikenal agresif? Apakah mereka dapat membahayakan dengan karakter tersebut, atau adakah tempramen lain yang mengimbanginya? 



Seperti apa pula kira-kira ciri fisik ideal dari anjing Kintamani yang ada saat ini? Tak kalah penting, apa saja tips dan hal yang harus diperhatikan terkait perawatan, latihan dan aktivitas fisik mereka? 



Dalam artikel ini, akan diulas lebih dalam mengenai anjing Kintamani asal Indonesia yang patut dibanggakan.



Sejarah Anjing Kintamani

Anjing Kintamani merupakan anjing asli dari Indonesia, khususnya dari desa Sukawana, Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. 



Daerah tersebut merupakan daerah pegunungan yang juga terdapat hutan dan gunung vulkanik. 



Anjing jenis ini bukanlah anjing hasil perkawinan yang direncanakan dan didesain oleh manusia untuk kegunaan tertentu ataupun mencari karakteristik tertentu. 



Mereka terbentuk secara alamiah di daerah Bali dan banyak berkembang biak di Pulau Dewata pula. 



Tak sedikit dari anjing Kintamani ini yang masih dapat ditemui di jalan, walau juga banyak yang sudah menjadi peliharaan warga sekitar. 



Asal mula pastinya masih tidak bisa dipastikan, namun ada banyak perkiraan dan pendapat terkait hal tersebut. 



Beberapa berpendapat bahwa ada seorang pedagang China yang membawa anjing Chow-Chownya ke Bali dan kemudian menjadi asal usul perkawinan yang menghasilkan anjing Kintamani.



Ada juga catatan kuno di Bali yang disebut dengan "Lontar Bali" yang mencatat tentang Kuluk Gembrong, yang diperkirakan berkaitan dengan anjing Kintamani ini.  



Akan tetapi, kemungkinan-kemungkinan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. 



Jika dilihat dari segi karakteristiknya, diperkirakan, Anjing Kintamani ini berasal dari anjing jenis Malamute, Samoyed, serta Chow.



Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendaftarkan anjing Kintamani agar diakui oleh Kennel Club yang ada. 



Salah satunya yaitu kolaborasi antara Klub Anjing Kintamani di Bali (Pantrab) dengan Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Udayana yang mengadakan pertunjukan anjing pertama kalinya pada tahun 1985. 



Masyarakat Bangli sendiri juga mengusahakan hal tersebut dengan mengadakan pameran maupun perlombaan agar anjing Kintamani dapat mendapatkan pengakuan Internasional.



Akan tetapi, hingga sekarang anjing Kintamani baru dicatat oleh FCI (Deferation Cynologique Internationale) saja. 



Ukuran Standard

Anjing Kintamani ini tergolong sebagai anjing yang tidak terlalu besar, namun lebih cenderung sedang. 



Seperti pada umumnya, terdapat sedikit perbedaan ukuran baik dari segi berat maupun tinggi pada anjing jantan dan betinanya. 



Berikut kisaran ukuran berat dari anjing Kintamani yang tercatat:



Berat Badan:


Jantan 15 - 17 kilogram (33 - 37 pon)

Betina 13 - 15 kilogram (29 - 33 pon)



Tinggi :


Jantan 45 - 55 sentimeter (18 - 22 in)

Betina 40 - 50 sentimeter (16 - 20 in) 



Perlu diingat bahwa ukuran tersebut hanya merupakan patokan ideal yang bisa dijadikan acuan untuk mengenali kondisi kesehatan anjing Kintamani. 



Variasi berat dan tinggi dapat ditemui dikarenakan perbedaan usia dari anjing Kintamani ataupun pola makan dan aktivitasnya. 



Akan tetapi, anjing ini tergolong tidak mudah obesitas berkat faktor genetiknya. 



Jika kemudian ditemui anjing Kintamani dengan ukuran yang cukup berbeda dari ukuran standardnya, disarankan untuk menghubungi dokter hewan terdekat untuk memastikan kesehatan anjing tersebut. 



Anjing Kintamani: Ciri Fisik, Jenis, Harga Dan Cara Merawatnya

sumber gambar: jalanjalan-ah


Tempramen dan Karakter Anjing Kintamani

Anjing ini memiliki kesetiaan yang cukup menonjol terhadap manusia, khususnya yang menjadi pemiliknya. 



Jika sudah kenal dan sering berinteraksi, maka anjing Kintamani ini begitu peduli dan setia pada siapa yang dikenalinya sebagai pemiliknya. 



Tak butuh waktu lama bagi anjing Kintamani untuk menjadi dekat dengan sebuah keluarga yang memelihara. 



Hal tersebut membuat anjing ini menjadi anjing yang cukup populer sebagai hewan peliharaan di rumah. 

Akan tetapi, perlu diingat bahwa anjing Kintamani ini awalnya hidup di alam bebas dan merupakan hasil pernikahan alamiah.



Hal tersebut membuat mereka memiliki sikap agresif, khususnya terhadap wilayah territorialnya.



Keagresifan tersebut berlaku bagi sesama anjing yang dianggap sudah memasuki wilayah territorialnya. 



Bukan hanya pada sesama anjing, mereka juga cenderung agresif dan punya kecenderungan menyerang hewan kecil lain seperti kucing. 



Meskipun demikian, hal tersebut menjadikan anjing Kintamani sebagai anjing penjaga yang tangguh, cermat dan selalu awas terhadap keadaan sekitar.



Ketika ada orang asing atau kejadian asing yang dipandang mengganggu territorial mereka, mereka akan langsung memberikan tanda.



Khususnya, bila orang yang bertamu tersebut terlihat gugup atau bertingkah tidak biasanya. 



Sebagai hewan peliharaan, anjing Kintamani ini masih bisa dilatih dan tergolong tidak terlalu susah mengikuti arahan dari pemilik. 



Memang, ada sikap independen yang sudah menjadi bawaan yang terkadang membuat mereka agak terhambat dalam mengikuti permintaan pemilik. 



Namun hal tersebut tidak membuat mereka tidak bisa dilatih, mengingat mereka juga dikenal dengan tingkat kecerdasannya. 



Ciri Fisik Anjing Kintamani

Anjing yang berasal dari daerah Kintamani Bali ini memiliki penampilan fisik yang menggemaskan namun juga terlihat kokoh di saat yang sama. 



Jenis anjing yang satu ini juga memiliki beberapa kekhasan unik yang diberi nama khusus oleh masyarakat sekitar, seperti badong, bang-bungkem, maupun poleng. 



Berikut penjelasan lebih detail terkait ciri fisik anjing Kintamani mulai dari ujung kepala hingga ujung ekornya. 


Head/ Kepala dan Leher


Anjing Kintamani memiliki area dahi dan wajah yang cukup lebar.



Bagian leher anjing Kintamani ini juga kuat, kokoh, dan seringkali cukup berotot.   



Area moncong dari anjing Kintamani ini memiliki ukuran yang proporsional dengan ukuran kepala.



Mata, Hidung dan Mulut


Memiliki bentuk seperti kacang almond berukuran sedang, bagian mata dari anjing Kintamani ini seringkali ditemui dalam warna cokelat atau hitam. 



Sementara bagian hidungnya memiliki warna yang berbeda tergantung dari warna bulu. 



Untuk anjing Kintamani yang berwarna putih, hidungnya biasanya berwarna hitam atau cokelat.



Berbeda dari anjing Kintamani berwarna gelap yang hidungnya berwarna hitam, cokelat, atau kadang abu-abu. 



Khususnya untuk anjing berwarna fawn dan hitam, hidungnya berwarna hitam legam.



Intensitas warna hidung ini bisa memudar seiring dengan pertambahan usia dari anjing Kintamani. 



Area rahang bagian bawah dari anjing jenis ini agak gelap dibanding area lainnya.


Telinga


Telinga anjing Kintamani terletak sedikit dibawah puncak tengah tengkoraknya namun terpisah di bagian kanan dan kiri.



Untuk panjangnya, seringkali hampir sama dengan jarak antara pangkal telinga dalam ke area mata bagian luar.  



Bagian telinga ini cenderung berbentuk segitiga atau bisa disebut juga dengan bentuk 'V' terbalik.



Untuk anjing Kintamani yang berwarna putih, pada bagian pinggir telinga biasanya berwarna biskuit atau cokelat muda. 



Selain tebal dan kuat, normalnya telinga anjing Kintamani tegak menghadap depan dengan ujung yang tidak terlalu runcing. 



Jika ditemui anjing Kintamani dengan telinga yang tidak tegak namun dalam kondisi anjing masih dibawah 1 tahun, hal tersebut adalah normal. 



Biasanya memang telinga anjing jenis ini baru akan terlihat tegak ketika menginjak usia diatas 1 tahun. 


Badan dan Ekor


Badan anjing Kintamani cukup padat dengan bagian punggung yang cukup datar dan kokoh. 



Dalam posisi normal, area perutnya agak terangkat ke atas, sementara bagian dadanya yang lebar agak melengkung mengikuti bentuk rusuknya. 



Cukup unik, bagian gumba atau area titik tertinggi dari punggung yang terhubung dengan leher anjing Kintamani terdapat rambut krah yang disebut juga dengan badong.



Krah atau badong ini berbentuk kipas di daerah tersebut, dimana makin panjang maka dipandang makin baik. 



Beralih ke area kaki, kaki anjing jenis ini kuat, lurus, dan agak panjang namun ringan serta lincah. 



Bagian ekor dari anjing Kintamani ini normalnya dijumpai berbentuk melengkung ke arah atas. 



Terkadang, bagian ekor ini melengkung penuh atau dikenal juga dengan istilah full curled.

 


Anjing Kintamani: Ciri Fisik, Jenis, Harga Dan Cara Merawatnya

sumber gambar: dokterhewan


Color/Warna

Anjing Kintamani dapat ditemui dalam berbagai warna dan hal tersebut adalah normal. 



Pertama, didapati anjing Kintamani yang berwarna putih dengan beberapa area tubuh seperti ujung telinga berwarna biskuit atau cokelat muda. 



Walaupun ada dan ditemui, anjing Kintamani putih dengan telinga berwarna biskuit tersebut tidak terlalu disukai. 



Selain putih, ada anjing yang berwarna hitam sepenuhnya, bahkan sampai area hidung juga. 



Terkadang, ditemui juga anjing Kintamani hitam yang memiliki sedikit warna putih di area dada, kaki, maupun ujung ekor. 



Anjing Kintamani juga ada yang berwarna fawn dengan variasi dari fawn terang hingga merah tua. 



Seperti anjing yang berwarna hitam, terkadang juga didapati percikan warna putih di area dada, kaki dan ujung ekor. 



Warna yang terakhir pada anjing Kintamani yaitu Brindle yang juga bervariasi dari yang terang hingga yang cukup tua. 



Tak jarang juga ditemui anjing ini dengan warna belang-belang antara cokelat atau cokelat muda dengan garis kehitaman.



Corak ini dikenali oleh masyarakat sekitar Bali dengan warna poleng atau anggrek. 



Jika belang hitam hanya terdapat pada ujung moncong dengan warna keseluruhan cokelat, maka anjing tersebut disebut Bang-bungkem.   


Bulu

Bagi yang suka dengan anjing berbulu halus dan menggemaskan walau tidak terlalu kecil, anjing Kintamani ini bisa menjadi rekomendasi yang tepat. 



Anjing Kintamani memiliki bulu yang lurus dengan ketebalan sedang yang menutupi tubuhnya hingga ekor.



Bulu anjing Kintamani ini terdiri dari dua lapis, dimana bagian under-coatnya lembut dan agak pendek sementara bagian luarnya lebih panjang sekaligus tidak terlalu lembut.  



Persebaran bulu anjing ini cukup merata namun terdapat area yang cenderung lebih tebal di bagian gumba yang disebut dengan badong. 



Badong sendiri cenderung lebih nampak pada anjing jantan dibandingkan anjing betina. 


Gonggongan

Apakah anjing jenis Kintamani sering menggonggong dengan keras dan lantang?



Benar, anjing jenis ini secara umum cukup sering menggonggong maupun melolong. 



Tentu, tiap gonggongan memiliki penyebab dan makna yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi. 



Bisa saja, mereka ingin sekedar menyapa pemilik, ingin diajak main, kebosanan, ingin diperhatikan, atau merasa gugup. 



Namun bisa juga hal tersebut berarti mereka mendeteksi hal mencurigakan dan ingin mengingatkan si pemilik, ketakutan, perlindungan diri, dan sebagainya. 



Tentu hal ini tidak paten, melainkan juga bergantung pada karaktersitik khusus tiap anjing yang dapat dikenali oleh pemilik setelah beberapa saat dipelihara. 


Pergerakan


Anjing kintamani memiliki kaki yang ringan, yang mana hal tersebut menjelaskan ciri gerak badan mereka yang cenderung lincah. 



Pergerakan juga terlihat lebih nyaman, cepat, juga lentur saat berjalan, berlari, memanjat, bahkan berenang. 



Mengingat anjing ini terbilang cukup energik dan senang bergerak lincah, mereka akan lebih cocok dengan rumah yang agak luas dan bila memungkinkan juga memiliki halaman. 



Rekomendasi Pemberian Makanan

Dilansir dari Wagwalking, anjing Kintamani membutuhkan kurang lebih 1,8 cup makanan per harinya. 



Jumlah tersebut disarankan untuk diberikan sebanyak dua sampai tiga kali dalam sehari.


 

Untuk makanannya sendiri, makanan anjing yang berwujud kering seringkali diberikan untuk anjing Kintamani. 



Disamping itu, produk daging, nasi dan sayuran juga dapat diberikan untuk memperlengkapi nutrisi. 



Akan jauh lebih baik lagi untuk langsung mengkonsultasikan pada dokter anjing terkait dengan dosis maupun jenis pemberian makanan yang boleh dan tidak boleh diberikan untuk anjing Kintamani. 



Aktivitas yang Disarankan

Rutinitas dan latihan fisik yang diperlukan untuk jenis anjing ini sebenarnya tidak terlalu rumit dan tidak sulit untuk dilakukan. 



Mereka bisa diajak beraktivitas ringan seperti berjalan-jalan singkat setidaknya dua kali sehari.



Tentu, intensitas olahraga kecil ini dapat disesuaikan dengan masing-masing anjing dan pemiliknya. 



Pastikan untuk mengajak anjing jenis ini beraktivitas diluar ruangan secara rutin juga, mengingat mereka cukup senang bermain diluar ruangan yang cenderung hangat. 



Tingkat keaktifan anjing Kintamani sendiri sebenarnya tergolong sedang, namun mereka dapat memanjat dengan lincah. 



Hal ini perlu diperhatikan khususnya saat mempersiapkan tempat atau kandang mereka untuk mencegah mereka melompati kandang atau pagar yang ada. 



Bukan hanya pemanjat yang cekatan, mereka juga menyukai aktivitas yang lebih berat seperti berenang. 



Kegiatan ini bisa dijadikan selingan disamping aktivitas harian mereka untuk menambah variasi dan menjaga kebugaran tubuh anjing Kintamani.



Aktivitas tersebut bukan hanya melatih lebih lagi keahlian dan kekuatan fisik mereka, melainkan juga akan membantu mereka menghilangkan kebosanan.  



Disamping aktivitas untuk melatih fisik, mereka juga dapat dilatih oleh pemilik agar menjadi anjing yang lebih pandai dan penurut. 



Salah satu bentuk latihan yang dapat diserap dengan mudah oleh anjing Kintamani seperti mengajarkan mereka dimana tempat minumnya. 



Dengan memancing rasa penasaran mereka yang cukup tinggi, tempat minum dapat diisi air dan es batu.



Bentuk latihan lain yang juga menarik dan perlu diterapkan yaitu mengajarkan untuk membedakan ancaman dan bukan. 



Hal ini bisa membantu pemilik agar tidak kesulitan ketika ada anjing lain yang masuk ke wilayah territorial mereka. 



Anjing Kintamani juga dapat dilatih untuk menanggapi perintah sederhana dari pemilik maupun untuk dapat duduk diam saat sedang digrooming.  



Tentu, perlu diperhatikan pemberian hadiah atau penghargaan bila mereka telah berhasil menuruti apa yang dilatihkan. 



Perlu diingat juga bahwa anjing Kintamani ini senang bersosialisasi, khususnya dengan pemiliknya. 



Tak jarang, mereka dapat menggongong dan mendekat bila ingin diajak main atau bercanda. 



Maka dari itu, sangat disarankan untuk mengajak anjing Kintamani ini bermain dan berinteraksi dengan seluruh anggota keluarga, sehingga mereka bukan hanya sehat fisik namun juga ceria dan tetap energik. 



Perawatan Fisik Anjing Kintamani

Jika diperhatikan secara fisik, anjing Kintamani memiliki bulu dengan ketebalan sedang. 



Mungkin tak sedikit yang berpikir bahwa perawatan bulu mereka bisa jadi agak rumit dan perlu kehati-hatian. 



Akan tetapi, sebenarnya perawatan bulu dari anjing Kintamani ini tidak terlalu rumit. 



Perawatan yang perlu dilakukan secara rutin antara 1-2 kali dalam seminggu yaitu menyisir bulu anjing Kintamani.  



Penyisiran ini dapat memastikan bahwa bulu mereka tetap bersih, rapi, dan mencegah bulu saling terikat. 



Pada masa pergantian musim, anjing Kintamani cenderung merontokkan bulu dan perlu untuk disisir setiap hari. 



Sebelum memandikan, pastikan juga untuk menyisir bulu anjing Kintamani untuk menghindari bulu kusut dan rontok saat dibasahi. 



Sesudah mandi pun, pastikan bulunya sudah cukup kering sebelum kemudian kembali disisir hingga rapi. 



Hal tersebut dapat menghindarkan kerontokan bulu yang sebenarnya cukup sering terjadi pada jenis anjing yang satu ini. 



Tak perlu dimandikan setiap hari, anjing Kintamani cukup dimandikan pada saat tertentu serta dimandikan apabila terkena noda yang mengganggu.



Disamping perawatan bulu, bagian telinga juga perlu dibersihkan tiap minggunya untuk menghindari infeksi telinga yang tentu tidak diharapkan. 



Menggunting kuku anjing Kintamani bila sudah panjang juga akan membuat anjing lebih nyaman, sekaligus menghindarkan resiko tercakar.



Kisaran Harga Anjing Kintamani

Kisaran harga anjing Kintamani ini cukup beragam dan tergantung pada berbagai faktor. 



Di Indonesia, umumnya anak anjing Kintamani dihargai Rp300.000,- sampai dengan Rp3.500.000,- per ekornya. 



Faktor disini misalnya daerah yang menjual, usia anjing Kintamani, kelengkapan vaksinasi, keunggulan bibit, dan sebagainya. 



Bahkan, jenis kelamin serta karakter dari anjing juga dapat mempengaruhi harga jualnya yang beragam. 



Tak jarang juga saat ini anjing ini dikawinkan dengan jenis lain yang kemudian dijual dengan harga yang berbeda pula. 



Kesimpulan

Anjing Kintamani merupakan jenis anjing asli dari Bali, Indonesia yang cerdas, lincah, dan setia.



Kesetiaan dan kesenangan mereka untuk berinteraksi dengan manusia membuat mereka menjadi anjing peliharaan yang baik dan setia. 



Mereka juga dikenal dengan keagresifan terhadap wilayah territorial yang kemudian membuat mereka jadi anjing penjaga yang baik.  



Pemilik anjing ini perlu memperhatikan dan mengawasi anjing mereka khususnya ketika ada hewan lain yang tidak dikenal. 



Kelebihan lain dari anjing Kintamani, walau merupakan hasil perkawinan alamiah, jenis anjing ini memiliki kesehatan yang cukup baik. 



Dari segi pemeliharaannya sendiri, tidak terlalu sulit namun butuh memperhatikan aktivitas fisik dari anjing Kintamani. 



Anjing ini dapat lebih cocok dengan pemilik yang punya waktu untuk mengajaknya bermain, berinteraksi, juga berjalan-jalan keluar rumah secara rutin.