Anjing Akita: Ciri Fisik, Jenis, Harga Dan Cara Merawatnya

Diunggah : 25 Oct 2020

Anjing Akita Ciri Fisik Jenis Harga Dan Cara Merawatnya

Siapa sih, pecinta anjing yang tak kenal dengan Hachiko, si anjing paling setia yang punya kisah mengharukan itu?


Jangankan pecinta anjing, kisah haru yang terjadi pada abad-19 ini sudah cukup populer dan mendunia. 


Hachiko merupakan anjing Akita Inu, peliharaan milik Professor Hidesaburo Ueno yang tinggal di Tokyo.


Anjing Akita Inu ini dibesarkan dan dilatih dengan baik, hingga terbiasa menunggu tuan atau pemiliknya pulang kerja di Stasiun Shibuya, Tokyo, tiap sore. 


Suatu hari, kejadian tak diinginkan terjadi, dimana pemiliknya mengalami brain haemorrhage dan dinyatakan meninggal dunia ketika sedang bekerja. 


Walau masih berusia 18 bulan, Hachiko merupakan anjing Akita yang sangat setia pada tuannya. 


Hal tersebut terbukti dari usahanya terus datang ke stasiun untuk menunggu sampai 9 tahun lamanya tanpa tahu bahwa tuan yang ditunggu telah meninggal dunia.


Hingga akhirnya, Hachiko pun meninggal pada tahun 1834 setelah selama 9 tahun dirawat dan diberi makan oleh teman Professor tersebut. 


Kisah ini seakan melegenda dan melekat di hati banyak orang, hingga monumen untuk mengingat dan mengenang Hachiko dibangun di Stasiun Shibuya. 


Usaha mengenang kesetiaannya juga dilakukan melalui pembuatan film Hachiko Monogatari pada tahun 1987 di Jepang. 


Film tersebut juga sempat dibuat ulang dengan judul Hachiko: A Dog Story pada tahun 2009. 


Peristiwa yang membawa nama anjing Akita ke jangkauan Internasional ini terus dikenang bahkan hingga saat ini. 


Tak heran, banyak pecinta anjing yang tertarik untuk memelihara anjing Akita Inu yang bukan hanya setia tapi juga menggemaskan ini. 


Penasaran seperti apa sih, sejarah, tempramen, ciri fisik, perawatan, sampai daftar harga dari anjing Akita Inu ini?


Artikel kali ini akan mengulas anjing Akita beserta karakteristik yang perlu diketahui bagi Anda yang tertarik untuk memelihara jenis anjing ini.  


Sejarah Anjing Akita

Anjing Akita memiliki sejarah yang penuh lika-liku, hingga menjadi sebuah dog breed yang populer dan diakui.  


Pada mulanya, anjing ini hidup di daerah Akita dan Odate, Jepang, sebagai anjing pemburu yang handal. 


Anjing Akita yang juga berperan sebagai anjing pemburu tersebut adalah Akita Matagi yang digolongkan berukuran sedang. 


Bukan hanya sebagai anjing pemburu, pada tahun 1600 anjing Akita juga sempat dimanfaatkan sebagai anjing yang ditarungkan atau diadukan. 


Tradisi tersebut terus berlanjut sehingga banyak usaha perkawinan untuk menghasilkan anjing yang berukuran besar untuk dimanfaatkan untuk berjudi. 


Namun berkat peraturan yang dikeluarkan pada tahun 1908, adu anjing ini kemudian dilarang. 


Anjing yang disebut "moyang" anjing Akita tersebut seringkali juga disilangkan dengan anjing impor, seperti German Shepherd. 


Bukan tanpa alasan, perkawinan dengan anjing German Sheperd dilakukan karena pada masa Perang Dunia II sempat terjadi kesulitan pangan. 


Anjing Akita juga banyak dijadikan sasaran empuk untuk membuat pakaian dari kulit anjing. 


Pada waktu itu, juga terdapat aturan dimana anjing yang berukuran besar selain German Shepherd dibunuh dan dimusnahkan. 


Untuk menyiasati dan mempertahankan keberadaan anjing Akita, pekawinan tersebut dilakukan, walau tetap terjadi penurunan jumlah anjing Akita besar-besaran. 


Bukan hanya pengurangan jumlah saja, kemurnian ras anjing tersebut juga terancam karena banyaknya perubahan juga hilangnya ciri khas Akita. 


Hal tersebut kemudian mendorong usaha pemurnian ras Akita dengan cara mengawinkan dengan Matagi Akita yang masih memiliki ciri fisik murni. 


Hasil dari usaha pemurnian tersebut dapat dilihat pada anjing Akita Inu yang banyak ditemui hingga saat ini. 


Anjing Akita ini juga dikenal sebagai hewan peliharaan yang didapatkan Hellen Keller ketika berkunjung ke Jepang. 


Kamikaze-go dan Kanzen-go, kedua anjing yang dibawa Hellen Keller kemudian menjadi anjing Akita Inu pertama yang dibawa ke US.


Anjing Akita: Ciri Fisik, Jenis, Harga Dan Cara Merawatnya

Ukuran Standard

Jika diukur dari bagian bahu ke titik di daerah pantat, rasio tinggi dan panjang tubuh anjing Akita ini berada pada kisaran 10 : 11. 

 

Umumnya, anjing Akita dengan jenis kelamin betina memiliki ukuran panjang tubuh yang lebih panjang dibandingkan jantan. 


Berikut kisaran ukuran panjang dan berat dari anjing Akita yang tercatat:


Berat :

Jantan : 27-41 kg

Betina : 23-36 kg


Panjang :

Jantan : 64-69 cm

Betina : 58-64 cm


Standard ukuran tersebut tidaklah paten, yang berarti dapat terjadi variansi atau sedikit perbedaan pada tiap anjing. 


Umumnya, batas toleransi dari standard panjang tubuh anjing Akita adalah 3 cm lebih panjang atau 3 cm lebih pendek. 


Secara berat badan, patokan ukuran standard di atas bisa menjadi referensi untuk mengetahui apakah nutrisi dan makanan sudah cukup, kurang, ataupun berlebih. 


Jika ditemui perbedaan ukuran yang cukup jauh, disarankan untuk menghubungi dokter hewan terdekat untuk mendapat pemeriksaan kesehatan. 


Tempramen Anjing Akita

Anjing Akita memiliki bulu dengan ketebalan sedang dan wajah yang menggemaskan. 


Namun, sayangnya anjing Akita ini tidak terlalu cocok dan tidak disarankan untuk pemilik yang baru pertama kali memelihara anjing. 


Hal ini dikarenakan, anjing Akita merupakan anjing independen yang cenderun dominan dan keras kepala. 


Memang, anjing Akita bisa menjadi anjing yang cerdas, pemberani, juga penyayang. 


Akan tetapi, hal itu sulit dicapai jika anjing Akita ini tidak dilatih dan tidak diajari bersosialisasi sedari kecil. 


Pemilik harus bisa pintar-pintar mencari cara untuk melatih dan mengajak anjing jenis ini bersosialisasi. 


Kesabaran dan kasih sayang juga diperlukan untuk dapat membesarkan anjing Akita yang baik dan penyayang. 


Anjing Akita yang dilatih dengan baik ini akan menjadi teman yang baik dan sangat setia terhadap keluarga pemiliknya. 


Mereka juga memiliki sifat protektif yang bila dilatih, dapat menjagai pemiliknya dengan baik, namun jika tidak dilatih, justru dapat tampak sebagai sifat agresif. 


Mereka bisa menjadi anjing yang begitu melindungi area territorialnya dari orang asing, apalagi dari sesama anjing atau hewan lainnya. 


Anjing Akita dikenal sebagai anjing yang kurang bisa bersosialisasi dengan sesama anjing, khususnya yang tidak dikenal dan yang memiliki gender yang sejenis dengannya. 


Hal ini perlu diingat juga, bahwa anjing ini perlu diberi kontrol dan tidak disarankan diajak berjalan-jalan tanpa membawa tali. 


Dengan begitu, pemilik dapat menghindarkan dari pertikaian atau perilaku agresif yang bisa muncul tiba-tiba ketika ada anjing lain di sekitar. 


Anjing Akita: Ciri Fisik, Jenis, Harga Dan Cara Merawatnya

Ciri Fisik Anjing Akita

Anjing Akita Inu yang berasal dari Jepang ini memiliki ciri fisik yang cukup mudah dibedakan dan dikenali. 


Mereka memiliki wajah yang menggemaskan dan karakteristik fisik yang cukup unik. 


Walau seringkali dianggap memiliki kemiripan dengan American Akita, anjing Akita dari Jepang ini memiliki perbedaan yang cukup mendasar secara fisik. 


Seperti apa sih, ciri fisik anjing Akita pada umumnya? Mulai dari ujung kepala hingga ekor, kurang lebih berikut ciri standard anjing Akita. 


Kepala dan Leher

Jika anjing Akita dilihat dari atas, bentuknya terlihat seperti segitiga yang cukup besar, namun tetap seimbang dengan ukuran tubuhnya.


Area tengkorak di dekat telinga cenderung datar dan cukup lebar, begitu juga dengan area dahi yang cenderung lebar.


Dalam kondisi normal, bagian kepala ini memiliki beberapa lipatan pada area moncong dan perbatasan dengan leher, namun tidak berkerut.


Turun ke bawah, leher anjing Akita ini tebal dan berotot, namun juga bebas dari kerutan. 


Leher Akita yang berotot ini tidak terlalu panjang dan makin ke area bahu makin melebar. 


Mata, Hidung dan Moncong

Anjing Akita memiliki mata yang unik dan sering disebut juga dengan "mata sipit". 


Sudut pada bagian ujung matanya agak naik ke atas, sehingga bagian mata ini nyaris berbentuk seperti segitiga.


Kedua matanya memiliki jarak yang jelas, namun tidak terlalu jauh dengan satu sama lainnya. 


Untuk warna bola matanya sendiri berwarna cokelat tua dan ada juga yang lebih gelap atau condong ke warna hitam. 


Walau keduanya diperbolehkan dan normal, warna bola mata yang lebih gelap lebih populer dan disukai.  


Pada bagian tengah wajah, terdapat hidung yang berukuran cukup besar dan berbentuk bulat. 


Hidung anjing Akita ini normalnya berwarna hitam penuh. 


Khusus bagi jenis anjing Akita yang berwarna putih, hidung dengan warna yang lebih muda atau samar akibat kekurangan pigmen masih diakui. 


Walaupun demikian, tetap hidung dengan warna hitam lebih populer dan umum ditemui. 


Area moncong anjing Akita cukup panjang dan kuat dengan area pangkal yang lebih lebar dibandingkan ujungnya. 


Perlu diperhatikan juga, walaupun ke ujung ukurannya makin kecil, moncong anjing Akita ini tidak meruncing. 

 

Telinga

Anjing Akita memiliki telinga yang tidak terlalu besar secara ukuran, namun cukup tebal. 


Walau berbentuk segitiga, bagian telinga anjing Akita ini agak melengkung pada bagian ujungnya. 


Terpisah di bagian kanan dan kiri, telinga anjing Akita berpostur tegak dan cenderung mengarah ke depan. 


Seberapa condong ke depankah bagian telinga anjing jenis ini? 


Jika diperhatikan, kecondongan telinga ke depan hampir segaris dengan arah leher bagian belakang. 


Badan dan Ekor

Mengingat anjing Akita memiliki rasio yang mana panjang tubuh lebih panjang dibandingkan tingginya, mereka sering disebut sebagai anjing yang panjang dan bukan tinggi. 


Area dada anjing Akita ini lebar dan kokoh, begitu pula dengan punggungnya yang juga kokoh dan cenderung lurus. 


Perut dari anjing Akita juga cukup rapat, tertarik ke atas atau lebih sering dikenali dengan istilah "langsing". 


Mereka memiliki ekor yang tertutupi dengan bulu yang lebih lebat dari area lain pada tubuhnya. 


Bagian pangkal ekor mereka cukup tebal dan koko dan terangkat ke atas. 


Terkadang ekor anjing Akita ini melengkung nyaris penuh hingga ke area atas punggung. 


Ketika sedang dalam posisi menjuntai ke bawah, ekornya juga tetap membentuk lengkungan dan dapat mencapai area hock atau lutut bagian belakang. 

 

Ragam Warna

Untuk anjing Akita yang juga dikenal dengan Akita Inu ini, terdapat beberapa kategori warna.


Menurut beberapa standard yang ada, seperti standard yang ditetapkan oleh FCI, anjing Akita diperbolehkan berwarna red fawn (cokelat agak kekuningan), sesame , brindle, dan putih. 


Uniknya, berbeda dari anjing lain, setiap variasi warna anjing Akita selalu ditemui dengan Urajiro.


Urajiro merupakan bulu berwarna putih yang terdapat pada area moncong, pipi, bagian rahang bawah, leher, dada, tubuh, ekor, bahkan bagian dalam dari kaki. 


Sementara black mask atau warna hitam pada area wajah tidak diperbolehkan untuk kategori anjing Akita yang berasal dari Jepang ini. 


Hal ini dikarenakan, biasanya black mask ditemui dan diakui sebagai American Akita, anjing yang memiliki beberapa kemiripan dengan Akita Inu atau Akita Jepang. 


Bulu

Anjing Akita tergolong memiliki dua lapis bulu yaitu bagian undercoat dan outer coat. 


Bagian undercoat sendiri cenderung halus, rapat, dan lebih pendek dibandingkan dengan bagian outer coat. 


Sementara untuk bagian outer coat, karakteristik bulunya lebih kasar namun juga lebih lurus. 


Panjang bulu anjing Akita ini tidak merata di seluruh bagian tubuh. 


Pada area pundak, belakang paha, juga bagian ekor, bulunya lebih panjang dibandingkan dengan area lain yang ada pada tubuh anjing Akita. 


Anjing Akita dapat ditemui dengan bulu standard yang memiliki panjang sedang dan juga ada yang memiliki bulu panjang. 


Akan tetapi, Akita dengan bulu panjang atau yang dikenal dengan Moku merupakan bentuk perbedaan akibat faktor genetik. 


Berbeda dari mereka yang punya bulu standard, bulu Moku ini lebih panjang 3-4 inch dan punya tekstur yang lebih halus pula. 


Anjing Akita: Ciri Fisik, Jenis, Harga Dan Cara Merawatnya

Pergerakan

Langkah kaki anjing Akita ini cenderung panjang dengan pergerakan yang cukup cepat dan kuat. 


Ketika berjalan atau berlari, bagian punggungnya pun tetap kokoh, kaku dan stabil.


Sementara untuk bagian kakinya bergerak secara harmonis, dimana kaki depan dan kaki depan bergerak segaris. 


Rekomendasi Pemberian Makanan

Jumlah atau dosis makanan yang disarankan Dogtime bagi anjing Akita ini berkisar antara 3-5 cup makanan kering dalam sehari. 


Akan tetapi, perlu diingat bahwa tiap anjing bisa memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, walau mereka berasal dari jenis yang sama sekalipun. 


Banyak sedikitnya makanan yang mereka butuhkan akan sangat bergantung pada ukuran, usia, kondisi tubuh, juga tingkat aktivitas yang dilakukan. 


Lebih jelas mengenai saran pemberian makanan, direkomendasikan untuk berkonsultasi pada dokter hewan. 


Dengan begitu, pemilik bisa mengetahui dengan lebih jelas makanan apa yang boleh maupun tidak boleh diberikan, termasuk dosis yang pas bagi anjing tersebut. 


Aktivitas dan Latihan yang Disarankan

Di masa lampau, anjing Akita sempat diajak pemburu untuk membantu proses perburuan liar. 


Akan tetapi, kini, anjing Akita banyak ditemui sebagai hewan peliharaan yang juga bisa menjadi anjing terapi. 


Anjing Akita juga dapat dilatih untuk mampu mengangkat beban, berenang, dan sebagainya. 


Walaupun mereka kuat dan dapat beraktivitas berat, tidak disarankan untuk memberi beban berat atau memberikan aktivitas berat pada anjing yang masih berusia 18 bulan. 


Perlu diingat pula, bahwa anjing perenang yang baik ini tidak disarankan dibawa berenang pada kondisi cuaca yang dingin. 


Ketika temperatur bertambah, bulu mereka akan cenderung sulit kering setelah berenang di suhu rendah. 


Anjing Akita senang berlari, melompat dan beraktivitas fisik, sehingga akan cocok di lingkungan yang memiliki area perkarangan atau halaman berpagar. 


Untuk aktivitas harian, anjing Akita dapat diajak berjalan-jalan, namun tetap dengan membawa tali untuk mengontrol. 


Anjing Akita ini memiliki tingkat kecerdasan tinggi, sehingga mereka akan lebih cocok dengan aktivitas yang beragam dan bervariasi untuk menghindari kebosanan. 


Training pada anjing Akita juga perlu dilakukan sedini mungkin, saat anjing Akita masih berusia beberapa minggu. 


Hal tersebut berkaitan dengan sifat dasar mereka yang independen dan keras kepala. 


Mereka akan lebih mudah menurut bila sudah dibiasakan bersosialisasi dan dilatih sejak dini dan penting juga untuk dilaksanakan latihan secara konsisten. 


Perawatan Fisik Anjing Akita

Anjing Akita memiliki ciri fisik dengan bulu yang cukup tebal, walau tidak terlalu panjang. 


Bulu anjing Akita sendiri umumnya mengalami pergantian bulu sebanyak 2 kali dalam setahun. 


Akan tetapi, dalam keadaan normal sehari-hari bulu mereka juga seringkali rontok. 


Sebagai anjing dengan bulu yang mudah rontok, pemilik harus rutin melakukan pembersihan rumah dari bulu anjing Akita. 


Perawatan bulu anjing Akita memang perlu menjadi perhatian pemilik, namun sebenarnya hal yang harus dilakukan tidak terlalu sulit. 


Apalagi, anjing Akita juga suka menjaga kebersihan dengan membersihkan sendiri area wajah, mulut, atau tubuh bila dirasa kotor atau tidak nyaman. 


Pemilik dapat menyisir bulu anjing ini setidaknya sekali dalam seminggu, atau lebih sering bila anjing sedang memasuki masa pergantian bulu. 


Anjing Akita juga tidak perlu dimandikan terlalu sering untuk menghindari hilangnya sifat waterproof dari bulunya. 


Walau perlu perhatian khususnya mengenai bulunya yang mudah rontok, anjing Akita tidak terlalu memerlukan pemangkasan bulu oleh professional yang terlalu sering. 


Bukan hanya bulunya saja yang perlu diperhatikan, pemilik juga harus menjaga kebersihan kuku anjing Akita. 


Bila kuku mereka sudah cukup panjang, bukan tidak mungkin mereka akan merasa tidak nyaman bahkan sakit. 


Maka dari itu, disarankan untuk rutin menggunting kuku anjing ini bila dirasa sudah panjang. 


Area telinga juga sebaiknya dibersihkan tiap minggunya dengan menggunakan bola kapas yang diberi sedikit cairan pembersih khusus. 


Dalam memberikan perawatan fisik pada anjing Akita ini, disarankan dimulai sejak usia yang masih dini. 


Mengapa begitu? Anjing Akita akan lebih menurut dan terbiasa dengan perawatan bila sudah dilakukan sejak masih berusia anak anjing. 


Kisaran Harga Anjing Akita

Tidak jauh berbeda dari harga jual anjing jenis lain, harga anjing Akita bisa beragam, bergantung pada beberapa faktor.


Faktor tersebut bisa saja meliputi asal anjing, apakah eskpor atau tidak, kelengkapan vaksinasi, usia anjing, keahlian khusus, maupun motif dan warnanya. 


Secara garis besar, daftar harga anjing Akita yang diekspor ke Indonesia bisa mencapai Rp20.000.000,-


Harga ini juga dapat berubah seiring berjalannya waktu dan disesuaikan dengan ketentuan tiap penjual yang ada. 


Kesimpulan

Anjing Akita Inu merupakan anjing hasil perkawinan yang terjadi di Jepang ratusan tahun yang lalu. 


Pada mulanya, mereka sering digunakan untuk akivitas berat seperti berburu, menarik beban, diadu, dan sebagainya. 


Namun sekarang ini, anjing Akita menjadi anjing peliharaan yang cukup populer dan disenangi. 


Anjing Akita ini memiliki karakter yang independen, pemberani, dominan, dan kadang keras kepala. 


Anjing Akita secara alamiah juga begitu melindungi wilayah territorialnya, yang mana hal tersebut terlihat pada perilaku Akita yang belum terlatih bila ada anjing lain atau orang asing yang mendekat. 


Akan tetapi, anjing Akita yang terlatih sangat unggul dengan kesetiaan dan sifat penyayangnya, khususnya pada pemiliknya. 


Maka dari itu, anjing ini cocok dijadikan peliharaan, namun lebih direkomendasikan bagi orang yang sudah pernah memilhara anjing sebelumnya. 


Tak heran, mengingat anjing yang menggemaskan ini punya kecerdasan tinggi yang membuatnya mudah menangkap ketika diajari, namun juga cukup keras kepala jika tidak dibiasakan sejak dini. 


Secara aktivitas, mereka juga cenderung mudah bosan sehingga butuh diajak bermain dan diberi variasi aktivitas. 


Secara fisik, jenis anjing yang satu ini memiliki bulu dengan panjang dan ketebalan medium dan mudah rontok, sehingga pemilik perlu memperhatikan perawatan bulunya.